Kominfo Targetkan Cetak 150 Startup Digital Melalui Startup Studio Hingga 2024



Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui program Startup Studio Indonesia menargetkan dapat menghasilkan sebanyak 150 startup digital berkualitas hingga 2024.

Program Startup Studio dari Kemkominfo bertujuan untuk mendukung kemajuan ekosistem startup di Indonesia melalui penyediaan fasilitas yang memberikan akses bagi para pegiat early-stage startup untuk mengembangkan potensi bisnisnya. Saat ini, program Startup Studio telah memasuki Batch 2.

"Saya berharap dari program Startup Studio ini dapat mencetak dan mengembangkan skala bisnis dari 150 startup digital Indonesia hingga 2024," kata Semuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemkominfo melalui webinar, Senin (3/5).

Menurut Semmy, sapaan Semuel, Indonesia memiliki potensi perkembangan ekonomi digital yang besar. Di mana potensi ini selaras dengan pertumbuhan startup di Indonesia yang terbilang sangat cepat.

Menyitir data dari startupranking.com, lanjut Semmy, Indonesia saat ini menduduki posisi ke lima negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia, yakni mencapai 2.229 startup, dan menjadi negara terbesar kedua di Asia, setelah India.

"Untuk dapat menciptakan startup yang berdaya saing, Indonesia membutuhkan talenta digital yang terampil dan berwawasan luas dalam mengembangkan kewirausahaan digital. Saya percaya bahwa keberhasilan akselerasi ekonomi digital suatu negara tergantung pada tingkat keberhasilan ekosistem startup dalam menjaga keberlangsungan mengembangkan bisnisnya secara konsisten," ujar Semmy.

Terkait program Startup Studio, Semmy menjelaskan, berdasarkan hasil Batch 1, pihaknya melihat respons yang sangat positif dari komunitas startup terhadap pelaksanaan Batch 1. Bahkan para alumni memperoleh manfaat nyata dalam pengembangan usahanya setelah mengikuti program ini.

"Tiga startup dari 20 alumni Batch 1 berhasil mendapat penawaran investasi dari pihak Venture Capital. Dan, sekitar 40% startup peserta memiliki lebih dari 20 persen month-to-month traction growth, di atas rata-rata industri. Bahkan beberapa alumni berkolaborasi dan melakukan kerja sama komersial untuk pengembangan produknya," ungkap Semmy.

Semmy juga menambahkan, Startup Studio Indonesia memperkuat dan melengkapi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan NextICorn, program pemberdayaan startup digital yang diinisiasi Kemkominfo.

"Dari program Startup Studio Indonesia ini, Kominfo menargetkan untuk dapat mencetak 150 startup digital hingga 2024 yang berhasil mengembangkan skala bisnisnya dari segi jumlah pengguna, jumlah pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan pendanaan dari Venture Capital," tutur Semmy.

Semmy juga mengharapkan, program Startup Studio Indonesia dapat menjawab tantangan utama early-stage startup dan membangun semangat kolaborasi antar pelaku startup untuk bersama-sama mengembangkan ekosistem ekonomi digital nasional yang tangguh.

"Hal ini dilakukan melalui transfer pengetahuan, membuka jejaring bisnis baru, serta membangun karakter dan kompetensi startup yang berdaya saing tinggi,” ungkap Semmy.

Kemkominfo, lanjut Semmy memprioritaskan enam sektor bisnis startup untuk dikembangkan melalui program Startup Studio Indonesia ini. Sektor tersebut merupakan sektor industri unggulan Indonesia baik dari sisi sumber daya maupun tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Keenam sektor industri tersebut antara lain pendidikan, kesehatan, maritim, agrikultur, pariwisata dan logistik.

Adapun kategori early-stage startup yang dapat mengikuti program ini adalah startup yang telah memiliki minimum valuable product (MVP) dan traction selama minimal 3 bulan, sedang dalam proses validasi product-market fit, telah berbadan hukum, dan dalam tahap pendanaan Angel, Pre-seed, Seed, Pre-Series A hingga Series A.

Investasi Menarik

Sementara, Head of Commerce Incubations at Facebook, Eric Feng, menambahkan, investasi di industri startup saat ini telah menjadi sebuah bisnis global.

"Para pendiri startup di seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia membangun bisnis startup yang menarik perhatian Silicon Valley baik untuk berinvestasi, maupun untuk mempelajari perilaku baru konsumen yang dipionirkan oleh konsumen dari negara-negara berkembang," tutur Eric.

Dewan Kurator Startup Studio Indonesia dan Partner Impactto, Italo Gani, mengapresiasi dukungan Kemkominfo terhadap komunitas early-stage startup. Menurut Italo, industri startup di Indonesia membutuhkan lebih banyak pendiri yang memiliki kemampuan menciptakan inovasi produk yang menjawab permasalahan yang ada di masyarakat, dan mengeksekusi ide tersebut dengan sangat baik.

"Indonesia masih kekurangan product person yang dapat memetakan kebutuhan pasar lokal dan mengembangkan customer traction secara konsisten. Padahal kekuatan produk sangat penting dalam memastikan keberlangsungan bisnis. Startup Studio Indonesia diharapkan dapat mencetak para pendiri startup yang kuat dalam aspek ini," pungkas Italo.

Untuk diketahui, program inkubasi Startup Studio Indonesia Batch 2 yang akan berlangsung mulai Mei hingga Juli 2021 mendatang. Dari sekitar 1.063 pendaftar di 34 provinsi, telah terpilih 15 early-stage startup yang siap #GoTheExtraMiles.

Adapun program akan difokuskan pada iterasi penyempurnaan produk (product-market fit) dan model bisnis, program retensi pelanggan awal sebelum masuk dalam tahap perluasan pasar, serta pembangunan karakter dan kompetensi talenta digital.

Sumber: [1]

Baca Juga

Please Select Embedded Mode For Blogger Comments

Lebih baru Lebih lama

Suka dengan artikel ini? Mari ikuti juga kami di Facebook, Twitter Twitter, Telegram, Instagram, dan LinkedIn untuk mendapakan lebih banyak konten menarik.