Cara Tokopedia Optimalkan SEO

Meski Tokopedia memiliki aplikasi, tetapi pada dasarnya Tokopedia tetap merupakan sebuah website. Setiap website populer pasti menjalankan metode SEO.


Tokopedia merupakan website e-commerce terbesar di Indonesia saat ini. Platform belanja yang didirikan pada tahun 2009 ini merupakan salah satu unicorn besar tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat regional Asia Tenggara.

Meski Tokopedia memiliki aplikasi mobile, tetapi pada dasarnya Tokopedia tetap merupakan sebuah website. Setiap website populer pasti menjalankan metode SEO.

Melalui Tokopedia Academy, engineer Tokopedia membeberkan praktik terbaik SEO yang mereka jalankan. Mereka membahas bagaimana cara tim SEO Tokopedia mengoptimalkan performa SEO secara maksimal.

Simak bagaimana praktik terbaik Tokopedia dalam mengoptimalkan sistem SEO.

Bagaimana Cara Tokopedia Optimalkan SEO?

Improving Page Experience for a Better SEO

SEO Lead Tokopedia, M. Rizqi Riandra dan Senior Software Engineer Tokopedia, Ryan Purnama W. membuka sesi dengan memaparkan tentang cara meningkatkan performa suatu halaman untuk dapat mengoptimalkan SEO.

Tokopedia sendiri fokus pada mengoptimalkan pencarian pada mesin pencari Google. Rizqi mengatakan, karena saat ini Google mendominasi search engine di Indonesia. Mesin pencari Google telah digunakan oleh 98% pengguna internet Indonesia.

Hal ini menyebabkan SEO di Indonesia sering dikaitkan dengan Google Search Engine. Artinya saat fokus mengoptimalkan SEO Google dengan meningkatkan visibilitas brand pada mesin pencari, suatu bisnis telah meningkatkan brand awareness kepada banyak calon pembeli karena lebih mudah ditemukan.

Potensi SEO sebagai teknik pemasaran akan memberikan keuntungan peningkatan penjualan dan jumlah pengunjung website dengan biaya yang tergolong rendah.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bagaimana interaksi antara pengguna dengan halaman website. Pada tahap ini, terdapat dua hal yang krusial:

  1. Content Experience, atau bagaimana kualitas suatu konten dan relevansinya terhadap pengguna.
  2. Page Experience, atau sebuah kualitas suatu website di mana halaman tersebut dapat memberikan pengalaman yang baik kepada pengguna. 

Page Experience yang baik akan menghasilkan engagement yang tinggi terhadap pengguna. Imbasnya, conversion rates akan meningkat. Sebab Page Experience merupakan sebuah set sinyal yang mengukur pengalaman pengguna dalam berinteraksi dengan suatu website.

Untuk mengukur suatu website apakah telah sesuai dengan standar, terdapat 5 metrik yang dapat digunakan, seperti: Core Web Vitals, Mobile Friendly, Safe Browsing, HTTPS, dan No Intrusive Interstitials.

Salah satu sinyal yang bisa ditingkatkan dan dikelola secara jangka panjang adalah Core Web Vitals, di mana kita memiliki kesempatan untuk membuat page experience pada website menjadi lebih baik melalui kolaborasi dengan tim Web Platform.

Core Web Vitals bisa menjadi kesempatan yang dapat dimaksimalkan, terutama pada keadaan di mana banyak halaman yang memiliki kualitas yang sama. Core Web Vitals dapat menjadi pembeda antara satu website dengan website yang lain. 

Terdapat tiga komponen penting pada Core Web Vitals, yakni:

  1. Loading
    Loading digambarkan melalui LCP (Largest Contentful Paint), dimana komponen ini digunakan untuk mengukur dan melihat berapa lama suatu konten yang ada di website dapat dilihat oleh pengguna atau pengunjung. Semakin lama suatu konten tersebut dapat dilihat, maka semakin buruk.
  2. Interactivity
    Komponen ini menggunakan First Input Delay untuk melihat kecepatan sebuah website dapat berinteraksi dengan pengguna. Bagian ini juga dapat mengukur lama atau cepatnya perpindahan dari suatu halaman ke halaman lain.
  3. Visual Stability
    Dengan menggunakan CLS (Cumulative Layout Shift), dapat dilihat kestabilan sebuah halaman pada jangka waktu yang lama, yakni pada saat suatu website tersebut dikunjungi oleh pengguna. 

Optimizing SEO & Load Times with AMP Framework

Peningkatan performa SEO dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya dan yang paling penting adalah dengan mengoptimalkan load time atau page speed pada sebuah website.

Kecepatan sebuah website sangat berpengaruh terhadap pengguna. Data menunjukkan 40% pengguna akan meninggalkan suatu halaman website jika halaman tersebut membutuhkan waktu untuk memuat lebih dari 3 detik. AMP dapat menjadi solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Sesi kedua yang dibawakan SEO Associate Tokopedia, Safira Anggraini dan Software Engineer Tokopedia, Adjie Guntoro menjelaskan lebih lanjut mengenai AMP.

AMP merupakan komponen yang bisa digunakan untuk membuat website menjadi lebih cepat ketika diakses oleh pengguna dengan cara menghapus fitur-fitur yang memperlambat kecepatan website.

Halaman yang terintegrasi dengan AMP akan menghasilkan performa dan engagement yang lebih tinggi, karena pengguna dapat memiliki pengalaman yang lebih baik dan maksimal.

Dalam membangun AMP dibutuhkan 3 bagian penting, yaitu: AMP HTML, AMP Javascript, dan AMP Cache.

Keuntungan lain menggunakan AMP adalah kemampuannya dalam membantu untuk memuat suatu halaman dengan lebih cepat untuk pengguna mobile, terutama bagi pengguna dengan konektivitas yang kurang baik.

AMP juga dapat meningkatkan visibilitas pada situs web, terlebih untuk bisnis yang bergerak di bidang e-commerce. Secara tidak langsung, AMP akan meningkatkan rangking suatu website, mengingat bahwa kecepatan pada halaman website menjadi salah faktor yang mempengaruhi .

Referensi: [1]
Gambar: [1]